by

Hendi: Penyembelihan Hewan Kurban dengan Protokol Kesehatan

SEMARANG (suaramerdekaonline.com) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) mengupayakan penyembelihan hewan korban dengan protokol kesehatan.

Hal itu diungkapkan Hendi dialog bersama pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Semarang dan Juru Sembelih Halal (Juleha) Indonesia sekaligus melakukan pelatihan penyembelihan hewan qurban, Sabtu (18/7).

kegiatan itu dilaksanakan di aula SMP IT PAPB Semarang. Tujuan kegiatan selama dua hari itu untuk memberikan pengetahuan terkait hal-hal yang perlu diperhatikan di dalam proses penyembelihan hewan qurban di tengah pandemi Covid-19.

Wali Kota Hendi yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa pelatihan ini diperlukan, agar kemudian hewan qurban yang halal menjadi haram karena salah dalam penyembelihannya.

Menurut Hendi, kegiatan ini sangat penting agar ibadah kurban sesuai dengan syariat.  “Saya berharap agar ini memberikan berkah, tidak hanya untuk sesama tetapi juga untuk seluruh warga Kota Semarang,” ujarnya.

Hendi juga mengingatkan dalam suasana pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, semua takmir masjid yang melakukan penyembelihan hewan qurban agar menerapkan protokol kesehatan, sebagai langkah antisipasi penyebaran virus tersebut.

Untuk itu dirinya mewanti-wanti agar saat kegiatan penyembelihan tidak terjadi kerumunan saat, baik saat menyembelih hewan qurban itu sendiri, maupun saat pembagian daging kurban.

“Mohon dijaga jangan sampai ada kerumunan, baik berdesak-desakan saat penyembelihan, atau saat pembagian daging qurban. Sehingga mohon maksimalkan peran karang taruna dalam pembagian atau pendistribusian daging hewan qurban. Atau gunakan sistem nomor urut. Misal, nomor 1-50 jam sekian, lalu 51-100 jam berikutnya.”

Dia juga meminta kepada penyelenggara penyembelihan hewan qurban, untuk tidak menggunakan plastik sekali pakai dalam pembagian daging qurban, yang mana sudah dilakukan dalam pembagian daging qurban tahun lalu.

“Juga saya meminta untuk janga lupa mengganti plastik sekali pakai dengan bahan-bahan yang bisa terurai, seperti daun jati, besek, daun pisang, tali dari bambu, atau bisa menggunakan bahan yang dapat dipakai ulang,” imbuhnya.

Sementara itu, sesuai aturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), Hendi mempersilahkan masyarakat untuk beribadah di tempat ibadah, termasuk terkait penyelenggaraan Sholat Idul Adha. Namun dia meminta agar selalu menerapkan protokol kesehatan. Maka Hendi berharap agar penyelenggaraan Sholat Idul Adha nantinya tidak hanya dilakukan di lapangan saja, tetapi dapat juga dilakukan di masjid, sehingga konsentrasi massa dapat terpecah.

“Harus ditegaskan ke setiap jemaah, wajib pakai masker, wajib jaga jarak, dan cuci tangan setelah berinteraksi dengan yang lain,” tegas Hendi. (man/01)

Comment

News Feed