by

Zhakiyah Joban Inspirator Sukses Jawa Tengah

 

SUARAMERDEKAONLINE.COM – SEMARANG – Nama Zhakiah Joban sudah tidak asing lagi di kalangan pengusaha di Kota Semarang. Ia termasuk salah satu pengusaha sukses di Semarang. Termasuk pula pengusaha yang sangat peduli terhadap ibu-ibu yang ingin punya usaha. Ia yang andil besar terhadap para ibu yang semula hanya jadi ibu rumah tangga sekarang banyak yang pengusaha pula.

Kesuksesan Zhakiah Joban tidak didapatkan begitu saja. Sebelumnya sempat hidup dalam keterpurukan. Zhakiah mulai belajar bisnis tahun 2001. Anak pertama dari sepuluh Bersaudara ini banyak belajar dari ayahnya, Ali Abdurrahman Joban, seorang pengusaha sukses yang pernah mendapat gelar Pengusaha Industri Kreatif Jawa Tengah Tahun 1997. Ayahnya punya toko yang menjual oleh-oleh haji umroh dan perlengkapan muslim. Waktu masih kuliah di Universitas Islam Sultan Agung Semarang, ia membantu ayahnya di toko. Tapi ia tidak hanya menjaga toko saja. Di sela-sela kegiatan kuliahnya masih sempat kelilingan berjualan dagangan ayahnya.

Pada Tahun 2004, Zhakiah pernah menjadi salah satu UKM Unggulan mewakili Jawa Tengah dalam Pameran “Indonesian Solo Exhibition” di Sharjah, Uni Emirat Arab, dan mengikuti Kontak Bisnis di Dubai UNI EMIRAT ARAB. Ia membawa produk Fashion dan Mebel unggulan Jawa Tengah.

Tahun 2005 Zhakiah menikah dengan Hamzah Musawa seorang pengusaha percetakan yang kini sukses di bisnis properti. Kebetulan Zhakiah dengan suami memiliki kesamaan hobi yaitu hobi berbisnis. Setelah menikah, di samping belajar pada ayahnya, ia banyak menimba ilmu dari suaminya.

 

Menikah

Tahun 2007 Zhakiah sempat mengalami masa keterpurukan. Ibu dari 6 orang anak ini baru bisa bangkit setelah bertemu dengan seorang ahli di bidang IT (Information Technology). Ahli IT itulah yang memperkenalkannya pada bisnis online. “Saya merasa Allah telah menjawab doa saya dengan mempertemukan pada orang yang mengajari bisnis online. Tepatnya di bulan Januari 2007 saya diperkenalkan pada bisnis online. Ia melihat prospek yang sangat besar di bisnis online, karena bisnis online itu memiliki pangsa pasar yang besar dan luas dengan biaya yang minim. Di situ siapapun bisa menjual apa saja. Beliaulah yang membuatkan website,” tuturnya.

“Akhirnya saya sama suami serius belajar bisnis online. Siang saat suami bekerja, saya belajar internet pakai laptop milik kami satu-satunya. Saat itu suami masih menekuni bisnis sablon plastik di rumah. Malam harinya bersama suami ke warnet sampai pagi. Pulangnya subuh. Itu kami lakukan setiap hari sampai kurang lebih dua bulan. Betul-betul saya pelajari lika-likunya bisnis online dan pemasarannya,” katanya.

Perjuangan dan kerja keras pasangan suami istri ini akhirnya membuahkan hasil. Dagangannya yang dipromosikan di internet, tidak disangka empat hari kemudian langsung mendapat orderan. Ia sangat bahagia walaupun orderannya hanya mendapat satu. “Tapi ini kan baru permulaan. Bayangkan, baru empat hari sudah ada hasil,” katanya. Menurutnya, ini sudah merupakan hal yang luar biasa. Saat itu pesanan pertama kali datang dari Jakarta. Ternyata di Jakarta mengenai bisnis online jauh lebih baik dibanding kota lain. Orang Jakarta sudah lebih dulu familier dengan bisnis online. Terus keesokan harinya ada order lagi. Datang order lagi, order lagi, dan order lagi. Ternyata pembeli terbesar datang dari Jakarta. Akhirnya ia bisa bangkit dari keterpurukan berkat menekuni bisnis online ini. Tahun 2010 mulai membeli mobil pertama dari hasil bisnis online. “Mobil Avansa itu betul-betul murni dari bisnis online. Saya bisa melunasi hutang-hutang saya itu ya dari bisnis online, Dan itu semua berkat Rahmat dan Karunia dari Allah yang begitu banyak untuk keluarga kami” katanya.

3 website

Zhakiah saat ini ingin terus membantu sesama supaya para pengusaha muslimah bisa menjalankan usahanya di rumah saja, yaitu dengan menggunakan bisnis online. Menurutnya, bisnis online bisa menjadi solusi untuk para pengusaha muslimah. Mereka bisa mengembangkan bisnis dengan jangkauan luas tetapi tanpa perlu harus keluar rumah setiap hari.

Tahun 2007 Zhakiah membuat sebuah website dengan nama www.tokomarwa.com sampai saat ini website itu masih jalan. Tahun 2010 membuat website lagi yaitu afiliasi marketing. Website ini menyediakan fasilitas reseler dengan nama www.berkahherbal.com saat ini juga masih jalan. Tahun 2012 membuat satu website lagi yaitu www.grosirhaji.com. Sehingga hingga saat ini Zhakiah menjalankan tiga website bisnis online.

“Bisnis online saat ini seiring dengan waktu prospeknya semakin bagus. Stabil meningkat. Di situ kita bisa terus berinovasi. Sekarang ini pengetahuan masyarakat tentang bisnis online sudah lebih bagus, sudah lebih meningkat, seiring dengan meningkatnya permintaan pasar,” katanya.

Bisnis Properti mendampingi Suami

Zhakiah memiliki usaha toko yang menjual Perlengkapan dan Oleh-oleh Haji Umroh, yang berada di jl. Kauman Semarang, dan suaminya, Hamzah Musawa, punya usaha percetakan, namanya Harfano Media Grafika.

Tahun 2012, Zhakiah dan suaminya mulai ancang-ancang ekspansi ke bisnis properti. Untuk itulah ia pernah menjadi marketing properti di sebuah usaha milik orang lain. Cukup satu tahun saja pasangan suami-istri ini belajar marketing di dunia properti. Setelah itu berbekal pengalaman di marketing, tahun 2013, ia dan suaminya mulai ekspansi ke bisnis properti. Mula-mula mencoba usaha kecil-kecilan dengan membeli rumah jelek kemudian direnovasi. Fliper istilahnya, belum developer. Murni developer baru sejak akhir 2013.

Zhakiah mendampingi suami menggeluti dunia properti sampai sekarang. Sampai saat ini sudah menjalankan 9 proyek perumahan di kota Semarang dan Ungaran, masing-masing adalah : (1) Perumahan Mutiara Harmoni di Kedungmundu, (2) The Daarra Exclusive Sidosari Town House di Ungaran, (3) Jangli Indah Cluster di daerah Janggli, (4) Nirwana Hill di Jangli Golf, (5) Graha Mutiara Bangetayu, (6) Depok Sari di Kedungmundu, (7) Java Village di Cangkiran Ngaliyan, (8) Perumahan Beringin, dan (9) Perumahan di Arya Mukti Barat.

Aktif Organisasi

Saat ini Zhakiah Joban menjadi orang nomor satu di organisasi ALISA “Khadijah” – ICMI Kota Semarang. Yang merupakan singkatan dari “Asosiasi Muslimah Pengusaha”. Organisasi ini didirikan oleh (almh) Hasri Ainun Habibie tahun 1997. “Sebenarnya saya belum lama mengenal Alisa karena di kota Semarang sendiri belum terlihat kiprahnya,” akunya. Setelah mengenal langsung dari dekat ia terus diajak gabung. Sekitar bulan Maret atau April 2016 kemarin ia dipercaya menjadi ketuanya. Ia melihat lembaga ICMI itu sebuah organisasi besar di Indonesia yang mana saat ini sudah ada di 22 provinsi. Makanya ia menyanggupi ketika ditunjuk menjadi ketua. Sedangkan pelantikannya Sabtu, 4 Juni 2016 di TBRS (Taman Budaya Raden Saleh) Semarang. Yang melantik dari Alisa Khadijah Pusat dan dari ICMI Pusat.

Usai dilantik wanita yang selalu berkerudung ini beserta 35 orang pengurus lainnya, sudah punya gambaran program-program yang akan diselenggarakan di Kota Semarang. Kebetulan saat itu ia mendapatkan support dari PT Telkom. Telkom yang memang juga memiliki program untuk pengembangan UKM (Usaha Kecil Menengah) itu bisa disinergikan dengan program-program Alisa untuk pelatihan bisnis online. Saat ini sudah berjalan 19 angkatan. Sampai sekarang tidak kurang dari 300 UKM yang sudah dilatih bisnis online.

Selain kerjasama dengan Telkom, Alisa ICMI Semarang juga bekerja sama dengan perusahaan Indomedia Konsultan. Perusahaan ini bergerak di bidang IT Digital yang menyediakan jasa konsultasi di bidang IT Digital, pembuatan aplikasi software perusahaan, pembuatan website dan Konsultasi Bisnis Online. Salah satu programnya yaitu mengadakan pelatihan untuk pemahaman Akuntansi Praktis dan Sederhana bagi para UKM. Selama ini sudah ada 4 angkatan yang sudah terselenggara. Saat wawancara ini berlangsung (Kamis, 5/1/2917) sudah sekitar 110 UKM yang mendapatkan pelatihan akuntansi.

Baru Desember 2016 kemaren, Zhakiah juga dilantik menjadi Wakil Ketua KADIN Kota Semarang Divisi Ekonomi Syariah, dan suaminya dilantik menjadi Komisi Tetap Bidang Property. Zhakiah dan Hamzah Musawa berharap dengan bergabung di KADIN, bisa makin bermanfaat dan bisa berbagi untuk masyarakat. Sesuai dengan slogan mereka berdua : “Bermanfaat itu Indah”.

Workshop Software Akuntansi untuk UKM

Saat ini Zhakiah aktif melaksanakan program work shop software akuntansi untuk UKM. Zhakiah bersama teamnya dalam Perusahaan Indomedia Konsultan membuat software-software perusahaan. Untuk mengaplikasikan program akuntansi praktis dalam bentuk software, jadi penggunaannya sangat praktis dan simple. Tampilannya juga familier GADGET. Dan juga software akuntansi yang bisa digunakan untuk berbagai bisnis dan usaha. Seperti bisnis property, bisnis jasa, bisnis dagang, mini market dan juga sistem akuntansi untuk bisnis online.

Para pengusaha bisa menggunakan aplikasi tersebut walaupun awam di bidang akuntansi. Pengusaha tinggal input transaksi, maka segala laporan akuntansi tersaji dengan otomatis. Itu sewa sistem dengan biayanya sangat terjangkau. Jadi harapannya para UKM tidak perlu susah dan repot dengan menggunakan sistem akuntansi. Karena menurutnya, tertib dan rapi Akuntansi dan Administrasi sangat penting untuk berlangsungnya sebuah bisnis, bisnis apapun itu.

Pada bulan Mei 2016, Zhakiah bergabung dengan Bapak Wardjito dan Ibu Nenih Hanifah, sebagai penemu formula Produksi Sabun Ramah Lingkungan dan Ramah Kesehatan, yang memiliki konsep berpotensi besar serta memiliki visi dan misi untuk pemberdayaan masyarakat.

Pemberdayaan Masyarakat

Masyarakat diberikan Pelatihan Bisnis Home Industry untuk memproduksi sabun (detergent) ramah lingkungan dan ramah kesehatan. Pelatihan ini diberikan untuk para ibu dan bapak yang belum memiliki usaha sama sekali atau ingin punya usaha sampingan, dan untuk pelajar dan mahasiswa yang akan lulus untuk bekal wirausaha, serta para pekerja yang akan pensiun dini untuk bekal wirausaha setelah tidak bekerja kembali.

Para peserta dilatih membuat 14 macam jenis sabun mulai dari detergent matic, detergent manual, detergent cuci piring, carwash, glass cleaner, floor cleaner, hand soap, carbol dan softener. Masing-masing punya manfaat yang berbeda-beda. Cara membuatnya sangat mudah. Hanya butuh waktu kira-kira 30 menit saja. Biayanya juga sangat ringan dibandingkan harga pasaran. Kalau sabun lain bahannya dari minyak bumi. Jadi tidak ramah lingkungan, karena tidak bisa diurai dengan alam. Tapi formula sabun ini menggunakan bahan utama minyak nabati yaitu bahan yang bisa langsung diurai oleh alam. Itu lah nilai lebihnya. Jadi bukan hanya sekedar sabun untuk membersihkan, tapi juga aman bagi kesehatan. Dan bisnis ini butuh modal yang relative kecil, cukup 2,5 juta bisnis sudah bisa berjalan.

Selain pelatihan cara produksi, peserta juga akan diberikan pelatihan cara pemasaran, baik secara offline maupun online, dan juga pelatihan cara packaging dan kemasan yang baik.

Zhakiah beserta team yang tergabung dalam SMART CLEAN, terus focus memberdayakan masyarakat untuk bisa menjadi lebih produktif, dengan memproduksi sabun sendiri minimal untuk kebutuhan sehari-harinya, jadi tidak terus berbudaya konsumtif. Dan memiliki jiwa wirausaha, sehingga bisa menjadi pengusaha-pengusaha Home Industry baru yang bisa terus eksis dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. (ahmad zein musawa)

Comment

News Feed